page media
6.1  Pengenalan Linux
6.1.2  Distribusi Linux
Linux sendiri hanyalah sebuah kernel, kernel adalah penghubung antara perangkat keras dengan perangkat lunak, sehingga kernel tidak bisa digunakan sebagai sistem operasi yang bekerja secara fungsional kalau hanya berdiri sendiri, dengan kata lain kita tidak bisa memberikan perintah, mengetik, apalagi membuka video klip hanya dengan mengandalkan kernel saja.
 
Untuk bisa melakukan semua itu diperlukan program tambahan yang berjalan diatas Linux. Program - program itu yang biasanya didistribusikan dibawah lisensi  GNU (GNU'S NOT UNIX ) yaitu GPL (GNU Public License), akan melengkapi (kernel) Linux sehingga bisa bekerja secara fungsional.
 
Atas dasar bahwa Linux tidak bisa berdiri sendiri, maka beberapa pihak terdorong untuk menyajikan LInux, lengkap dengan prorgram aplikasinya di atas sebuah piring ( CD-ROM) untuk Anda gunakan. Gabungan dari Kernel ditambah dengan aplikasi-aplikasi pelengkap penunjang operasi Linux inilah yang disebut "Distro". Distro-distro yang terkenal, antara lain RedHat, Mandrake, Suse, Slackware, Debian dan sebagainya. Jika boleh diibaratkan dengan makanan nasi goreng, maka kita tentu mengenal berapa variasi nasi goreng  , seperti "Nasi Goreng Spesial", "Nasi Goreng Campur", "Nasi Goreng Bu Raden" dll. Sama juga seperti Redhat, Mandrake dan sebagainya, walaupun berbeda formula dan aroma, bahan dasar tetap sama yaitu nasi.